Cerita Hipospadia
Hipospadia

Cerita Hipospadia – Selesai

Cerita hipospadia Ezio yang harus melakukan operasi koreksi letak lubang kencingberakhir dengan baik. Ezio kontrol ke dokter lagi 40 hari pasca operasi. Hal ini memang anjuran dokter Irfan Wahyudi. Selain untuk melepas kateter yang masih terpasang, pada kontrol kali ini beliau ingin melihat apakah lubang nya sudah terbentuk sempurna?

Cerita Pasca Operasi Hipospadia

Sore hari yang sudah ditentukan, aku membawa Ezio menemui dokter Irfan Wahyudi, dokter yang melakukan operasi hipospadia pada Ezio. Hari-hari sebelum menemui belaiau, aku dipenuhi dengan rasa dag dig dug.

Bukannya tidak percaya dengan hasil kerja dokter Irfan, pilihanku. Namun lebih ke arah, bagaimana ya hasil lubang buatan ini ? Apakah Ezio dapat buang air kecil dengan normal? Apakah operasi hipospadia ini cukup sekali? Atau apakah nanti ada session 2 lagi?

Pertanyan-pertanyaan tersebut bermunculan di pikiranku. Aku berusaha menepis. Doa untuk keberhasilan operasi hipospadia ini tak henti-henti aku panjatkan. Aku juga berharap operasi ini cukup sekali saja. Kasihan Ezio jika harus mengalami operasi lagi.

Tiba waktunya, aku membawa Ezio ke Siloam Hospitals Asri untuk kontrol. Agar tidak mengulangi kesalahanku, beberapa waktu sebelum ke rumah sakit, aku banyak melakukan sounding atau briefing ke Ezio. Bahwa aku bawa Ezio ke rumah sakit bukan untuk menyakitinya, tapi untuk menyembuhkannya. Aku pun coba membeli beberapa buku mengenai rumah sakit yang memperlihatkan gambar-gambar bahagia.

Aku sudah berangkat dari siang, karena memang lokasi Siloam Hospitals Asri di daerah Duren Tiga, Jakarta Selatan ini berada cukup jauh dari rumah kami di Bekasi. Sementara jadwal untuk Ezio adalah sore hari.

Sesampai di rumah sakit, Ezio kali ini tidak rewel, kami banyak bermain-main di lobby hingga tempat bermain anak yang sudah disediakan sambil menunggu kedatangan dokter Irfan. Ezio terlihat seolah tidak ada apa-apa dengan kateter masi menempel di perutnya.

Cerita Kontrol Pasca Perawatan Operasi Hipospadia

Ketika dokter Irfan datang, Ezio adalah pasien pertama yang diperiksa. Ezio bermain dulu dalam ruangannya. Ini semacam PDKT yang dilakukan oleh dokter Irfan lagi agar Ezio bisa akrab. Dan berhasil.

Setelah akrab, dokter Irfan meminta Ezio untuk naik ke meja pemeriksaan. Ketika berbaring Ezio aku ajak main, sembari dokter Irfan melepas keteter yang tertancam di perut Ezio.

Jadi kateter yang terpasang di perut Ezio itu terdiri dari 2 bagian yaitu selang yang agak lebih besar, selang yang yang lebih kecil. Dan ternyata selang keteter yang nancap di perut Ezio itu sangat panjang, sebab ketika dokter Irfan melakukan penarikan selang, tidak berhenti narik hingga lama.

Dalam hati ku berkata, ‘Masya Allah, dengan kuasaNya ini semua bisa terjadi’. Setelah kateter terlepas, dan dokter Irfan menilai tidak ada masalah, Ezio diberdirikan oleh perawat yang bertugas. Dokter Irfan ingin melihat posisi lubang yang baru terbentuk hasil operasi.

Ketika itu Ezio masih menggunakan popok perekat. Perawat membantu untuk melepaskan popok tersebut. Dan alangkah terkejutnya aku, tidak lama setelah popok terbuka, Ezio buang air kecil bahkan besar. Ya ampun, aku panik. Air pipisnya membasahi lantai ruang praktek dokter Irfan, dan kotorannya mengotori sepray tempat tidur periksa di ruangan itu.

Aku lalu meminta maaf kepada dokter Irfan. Beliau terlihat tidak aneh, atau malah marah. Sama sekali tidak ada raut muka seperti itu. Yang ada beliau hanya tertawa, lalu berbicara “Ezio ini mau pamer bu, kalau lubang pipisnya sudah normal, makanya dia pipis setelah popoknya dibuka. Eh malah bonus ada kotorannya. Udah tidak mengapa bu, semua kan bisa dibersihkan. Yang penting saya sudah lihat sendiri bahwa lubang ureter Ezio sudah normal lewat peristiwa yang barusan ini”

Lubang Kencing Normal Pasca Operasi Hipospadia

Cerita sebelum dan sesudah operasi hipospadia

Dengan pernyataan dokter Irfan tersebut, kata pertama yang terucap adalah ‘Alhamdulillah’ . Dan untuk meyakinku, aku kembali bertanya maksud pernyataan tersebut. Beliau kembali menjelaskan bahwa lubang kencing Ezio sudah normal. Ketika nanti Ezio buang air kecil sudah tidak perlu dengan berjongkok, seperti yang sering terjadi sebelum operasi koreksi hipospadia.

Dari hasil pancuran pipis Ezio, beliau mengatakan tidak ada rembesan. Jika ada rembesan maka kemungkinan ada kebocoran pada lubang kecing yang dibuat pasca operasi.

Beliau pun menerangkan bahwa tidak perlu lagi ada operasi susulan. Satu kali operasi koreksi saja sudah cukup. Yang perlu adalah melakukan pemantauan selama 1-2 bulan ke depan, apakah Ezio ada merasakan sakit ketika buang air kecil atau pipisnya berwarna menyerupai darah. Ketika hal itu terjadi maka Ezio harus cepat kontrol lagi balik ke beliau.

Biaya Operasi Hipospadia

Tidak sedikit juga yang bertanya di DM Instagram aku mengenai biaya operasi hipospadia ini. Ketika melakukan pemeriksaan awal di RSCM Kencana, dokter Irfan sempat bertanya kepadaku, operasi yang akan dilakukan nanti apakah biaya pribadi atau apakah menggunakan BPJS?

Saat itu juga aku langsung bertanya bagaimana prosedur jika ingin menggunakan BPJS. Dokter Irfan member penjelasan yang cukup panjang.

Prosedur operasi hipospadia menggunakan BPJS :

  1. Urus surat rujukan dari puskesmas/klinik yang tertera di kartu BPJS. Rujukan ini biasanya ke Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) setempat.
  2. Dari RSUD setempat minta lagi surat rujukan ke RSCM.
  3. Di RSCM ini tidak langsung bisa ditangani oleh dokter Irfan, karena beliau adalah dokter spesialis di RSCM Kencana.
  4. Jika dokter urologi di RSCM biasa tidak ada yang sanggup menangani permasalahan Ezio, barulah dokter Irfan boleh turun tangan.

Aku membawa cerita hipospadia Ezio ini ke tempat aku bekerja. Alhamdulillah, setelah koordinasi dengan tempat aku bekerja, ternyata segala pengobatan dan biaya operasi hipospadia Ezio akan ditanggung kantor dengan persyaratan tertentu.

Sebenarnya persyaratannya tidak berat. Kantor hanya menggariskan bahwa kantor hanya akan menanggung biaya operasi Ezio jika kelas yang diambil sesuai dengan plafon rumah sakit aku.

Plafon rumah sakit aku adalah kelas 1. Artinya kantor aku akan menanggung semua biaya  operasi hipospadia dan pengobatan Ezio asal aku memilih kelas 1 ketika rawat inap di rumah sakit. Ini membuatku sangat berlega hati.

Proses Pencarian Rumah Sakit

Aku memutuskan untuk menggunakan fasilitas dari kantor aku tersebut, ketimbang BJPS yang menurut aku agak ribet.

Lalu aku bertanya ke RSCM Kencana, tempat praktek utama dokter Irfan Wahyudi. Ternyata RSCM Kencana tidak mempunyai kamar kelas 1. Kamar di RSCM Kencana mulai dari VIP hingga President Suite.

Lalu aku bertanya ke beliau. Di rumah sakit mana lagi beliau ada praktek dan bisa melakukan operasi. Dokter Irfan mengatakan bahwa beliau juga praktek di Siloam Hospitals Asri, Duren Tiga. Hal inilah yang membuat aku memilih Siloam Hospitals Asri sebagai tempat rawat inap dan operasi hipospadia Ezio.

Siloam Hospital Asri, rumah sakit spesialis urologi

Memang rumah sakit ini terbilang sangat jauh dari rumah, karena rumah aku di Bekasi. Tapi menurutku tidak mengapa karena mendapatkan dokter urologi terbaik di Jakarta.

Di Siloam Hospitals Asri aku ambil fasilitas kamar kelas 1. Satu Kamar berisi 2 pasien. Namun di saat itu, kamar tersebut hanya terisi Ezio saja. Berikut perincian biaya operasi hipospadia dengan fasilitas kamar kelas 1 di Siloam Hospitals Asri, Duren Tiga.

biaya operasi hipospadia

Alhamdulillah proses koreksi lubang kencing Ezio berjalan baik. Cerita hipospadia Ezio berakhir manis. Ezio ditangani oleh dokter urologi dengan sangat baik dan professional. Syukur aku panjatkan kepada Allah SWT, lewat tangan dingin dr Irfan Wahyudi sekarang kelainan saluran kencing Ezio sudah dapat teratasi.

5 Komentar
  • Nova

    Hai Mba Nita,

    Saya Nova, saya ibu dengan anak Hipospadia juga.

    Mba boleh sharing pengalaman tentang Hipospadia ini ?

    Kalo boleh, boleh bales email saya mba. Thanks banget ya Mba 🙂

      • Diana

        Aku mau tnya mbak itu enzio operasi nya dengan dokter urologi atau dokter bedah plastik ya? Saya baru saja dr RS Hermina Bekasi. Kamis kemarin konsultasi dgn dokter bedah anak. Lalu dokter merujuk saya utk ke dokter bedah plastik. Hari ini Jumat, saya ke dokter bedah plastik, tpi jwban dokter bedah plastik tdk sreg d hati saya. Dokter tdk ramah anak. Saya bilang anak saya hipospadia dkt malah tnya lubang pipis nya dimana? Saya ragu takut salah sebut saya blg dokter coba tolong liat dimana. Tetapi dokter tdk mau liat dan juga menyentuh kelamin anak saya untuk liat letak lubang pipis nya. Malahan dia bilang klo ibu gak tau lbg kencing anak nya dimana, saya jg gak tau harus operasi dimana nya. Lalu dia bilang setelah operasi anak harus bedrest selama 2 minggu & klo anak gak bisa diam & gak bisa di ajak kerja sama mending gak usah operasi aja dulu…sedangkan saya baca tulisan kakak enzio aja bisa jalan sana sini pake selang kateternya. Jadi saya ragu kak…harus dokter urologi kah untuk operasi hipospadia ini?

  • Analisa

    mba kl boleh tau enzio dioperasi dan dirawat di RSCM kencana atau dirawat di PTK anak RSCM? dan total biaya habis berapa?
    buat ancer2 biaya
    terimakasih sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *