Ezio pasca operasi hipospadia
Hipospadia

Pasca Operasi Hipospadia Pada Anak

Pasca operasi hipospadia pada anak aku, Ezio, awalnya aku kira sudah bisa bernafas lega tinggal recovery trus pulang kelas. Eitt… ternyata tidak semudah itu ferguso, masi panjang perjalanan penyembuhan Ezio. Di bagian ini aku akan uraikan treatment yang harus dijalankan pasca operasi koreksi yang dilakukan.

Treatment pasca operasi
Treatment pasca operasi

Oke setelah proses operasi selesai, Ezio di bawa ke ruang perawatan ( saat itu Ezio mendapat fasilitas di ruang rawat kelas 1 RS Siloam Asri), Dr. Irfan menjelaskan beberapa point penting:
1. Perawatan yang dilakukan di RS sekitar 1 minggu, jika tidak ada masalah boleh pulang ke rumah
2. Ezio akan pakai kateter selama proses pembentukan saluran kencing baru nya , dan ini masa pembentukannya selama 2 minggu ( mamak langsung lemes)
3. Ezio akan tetap di infus dulu, sampai keadaan Ezio lumayan stabil
4. Setelah obat bius nya habis total, Ezio akan merasakan sakit ( mamak menghela nafas )

Hari Ke-2 Pasca Operasi

Dan yang terjadi hari kedua , infus sudah tercopot oleh tangan Ezio sendiri, akibatnya darah yang muncrat berhamburan kmana-mana. Baju Ezio bersimbah darah, baju aku juga, muka aku juga ikut banjir darah karena memang kebetulan waktu itu aku lagi pangku Ezio untuk disuap makan bubur. Peristiwa itu terjadi begitu cepat hingga aku sendiri tidak dapat mencegah Ezio melakukan lepas paksa jarum infus. FYI, Ezio anak yang aktif dan bukan termasuk anak yang kalem, sehingga apa yang dirasa tidak nyaman di tubuhnya akan berusaha disingkirkan. Ayah Ezio lari ke depan panggil dokter dan perawat, udah tidak pake bel lagi manggilnya. Dokter pun datang, dokter datang membereskan infus yang sudah morat marit, suster-suster ada yang membantu dokter, ada yang membereskan darah-darah yang tersebar dimana-mana. Ini sunggu mengerikan kalau dibayangkan lagi. Ketika itu aku menangis sejadi-jadi nya huhu :(.

Itu drama yang pertama, yang kedua adalah efek dari Ezio yang aktif dan tidak bisa anteng, selang kateter suka kegeser-geser berakibat pipisnya tidak lari ke selang melainkan langsung melalui penisnya. Aku lihat sendiri pipisnya ngalir melalui lubang buatan baru ( Panik donk ). Segera memanggil Dr. Irfan. To be honest, Dr. Irfan ini cocok sangat jadi dokter untuk menangani anak2, penyabar luar biasa.Tidak galak juga ke kita sebagai orang tua, orang tua yang awam akan segala hal. Semua dijelaskan tuntas dan satu lagi, beliau mau berbagi no HP ( Ini penting banget terutama jika ada sesuatu dan dia belum jam berkunjung ke kamar ). Dan Dr. Irfan ini sangat sabar melayani pertanyaan hingga curhat dari aku tengang keadaan Ezio.

Hari Berikutnya

Hari demi hari berlalu, Ezio mulai bosan dan tidak nyaman, sudah mulai tidak kooperatif dan mungkin juga dia homesick. Tidak mau makan, tidak mau diam, ngamuk berkesinambungan. Alhasil didatangkan Dokter anak dan juga Dokter kejiwaan anak mendampingi Dr. Irfan.
Menurut Dokter-dokter itu, Ezio mengalami trauma dan stress ( Oke inilah salah kami selaku orang tua yang tidak mem-briefing Ezio terdahulu tentang keadaan rumah sakit sebelum ditindak, jadi anaknya kaget ). Dokter mengatakan dengan bahasa manusia nya, seolah2 Ezio itu kayak merasa, dia disayang oleh orang-orang sekitar ( Ayah, Bunda, Nenek dll) tapi mengapa mereka membawa dia ke rumah sakit, tempat di mana dia merasa di “sakiti”.

Ezio merasa : dia disayang oleh orang-orang sekitar ( Ayah, Bunda, Nenek dll) tapi mengapa mereka membawa dia ke rumah sakit, tempat di mana dia merasa di “sakiti”

Dokter kejiwaan anak RS Siloam Asri

Dari sini, Dr. Irfan menyarankan untuk pindah kamar perawatan untuk mengganti suasana dan segala perlengkapan tidur di rumah di bawa. Lalu menyulap kamar pasien seolah-olah menjadi kamar di rumah. Uh, sungguh pindah kamar itu bukan hal yang mudah, karena suster-suster di Rs Siloam Asri dulu galak-galak. Dulu kamar kelas 1 full, sehingga tidak bisa pindah kamar, tapi bahasanya aku rasa amat kasar, terutama buat kami orang tua pasien. Alhasil, atas usaha Dr. Irfan pula, Ezio dapat pindah kamar dan mendapat kamar VIP dengan tarif Kelas 1. How nice, Dr. Irfan 🙂 Thank u so much. Dan Alhamduliah berkat upaya ini, Ezio sudah mulai agak tenang.

Hari Ke-7 Pasca Operasi

Hari ke-7 adalah penentuan apakah Ezio sudah boleh pulang atau belum. Setelah diperiksa oleh Dr. Irfan dan melihat keadaan pasca tindakan dinilainya sudah aman untuk pulang, maka di hari ini Ezio dipulangkan berbekal dengan banyak ritual yang harus kami jalankan sebagai orang tua.

Persiapan Perawatan di Rumah

Treatment di rumah
Treatment di rumah

Menghadapi keaadaan pasca operasi tidak mudah, harus sangan ekstra hati2. Aku sendiri alhamdulillah diberikan cuti 2 minggu dari kantor untuk fokus ke recovery Ezio. Di dalam perjalanan penyembuhan Ezio ini tidak lupa aku selalu memohon petunjuk-Nya dan percaya bahwa this shall too past.

4 Komentar

Bebas Berkomentar Namun Sopan ^-^



  • olga

    salam kenal mba juwita saya olga , ibu dari anak yg mengidap hipospadia, saya pun konsul ke dr irfan d rs asri, bolehkah saya meminta contact pribadi mba juwita ? saya ingin menanyakan lebih detail, terkait biaya dan kondisi anak pasca operasi

  • Ely Riyani

    Assalamualaikum ibu Nita, blh tolong share no hp dr.Irfan wahyudi di no wa saya? (081364496218), terkait dg cerita hypospedia yg ibu telah paparkan, ank saya jg mengalami hal yg sama, sdh 3 x operasi, tp di tangani oleh dr bedah ank, dan masih mengalami kebocoran .saya baru tahu kalau kondisi ini rupanya mesti di tangani oleh dr specialist urology, dan utk operasi tahap 4 ini, dr urology yg saya temui di kota tempat kami tggl, pekanbaru mengarahkan kami utk ank kami di tangani oleh dr Irfan Wahyudi Sp.U (K), mohon bantuan ibu utk send kan no hp dr irfan , blh? Moga Allah Yang Maha Baik, membalasi kebaikan ibu…aamiin…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *