Kenapa harus vaksin
Motherhood

Menjawab Kenapa Harus Vaksin di Pekan Imunisasi Dunia 2021

Halo Moms 🙂

Kenapa harus vaksin?” pertanyaan ini sering menjadi polemik di negeri ini. Dengan Pekan Imunisasi Dunia 2021 diharapkan masyarakat Indonesia bisa paham mengenai pentingnya vaksin bagi anak.

Udah tahu belum moms, kalau Pekan Imunisasi Dunia atau World Immunization Week selalu dirayakan pada minggu terakhir di bulan April ? Nah di tahun 2021 ini, perayaan Pekan Imunisais Dunia memgambil visi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi di era COVID-19 dengan cara #LindungikuLindungimu.

Vaksin Anakku

Aku sudah lama tidak mengajak Ezio untuk melakukan vaksin, terlebih bertemu dengan masa pandemi ini. Bisa dikatakan selama 1 tahun ke belakang ini tidak pernah menginjakkan kaki ke rumah sakit maupun klinik untuk bertemu dengan dokter anak.

Dengan adanya pekan imunisasi dunia ini, aku jadi membuka lagi buku vaksinasi Ezio. Dan ternyata aku baru tersadar bahwa jadwal vaksin banyak yang bolong. Terakhir yang aku lihat adalah pemberian vaksin influenza pada 3 tahun silam. Aku mendadak panik, dalam hati berkata “apa harus ulang dari awal ya?”, “atau harus di rapel yang kurang?” , “tapi kan lagi masa pandemi, bagaimana konsultasinya?” .

Pertanyaan-pertanyan itu terus saja berkecamuk di pikiranku. Untung saja ada webinar yang dilaksanakan oleh Kenapa Harus Vaksin dan The AsianParent. Webinar ini menghadirkan dr Attila Dewanti Sp. A(K) yang akan membahas seluk beluk vaksin anak. Harapan aku setelah mengikuti webinar ini adalah semua pertanyaan yang berkecamuk di kepalaku bisa terjawab.

Kenapa Harus Vaksin

Di sesi awal ini, pembicaraan terfokus “kenapa harus vaksin?”. Acara yang dipandu oleh kak Sissy Priscilia ini sudah langsung diserbu banyak sekali pertanyaan dari para moms dari seluruh penjuru negeri.

Dokter Attila menjelaskan, bahwa pemberian vaksin untuk balita dan bayi harus dilakukan. Ini 5 alasan kenapa anak harus divaksinasi :

  1. Sistem imun tubuh anak belum sempurna
    Karena belum sempurna ini maka membutuhkan vaksinasi agar di kemudian hari dapat melawan kuman yang masuk ke tubuhnya
  2. Vaksinasi dapat memperkuat sistem imun tubuh anak
    Sistem imun tubuh yang kuat pada anak dapat mencegah lebih dari 26 jenis penyakit
  3. Vaksinasi dapat menghindarkan anak tertular penyakit yang membahayakan
  4. Vaksinasi tidak hanya melindungi anak, tapi juga semua orang di sekitarnya
  5. Melakukan vaksinasi berarti menghemat waktu dan biaya
    Mengapa demikian? Karena anak akan kuat dan tahan terhadap berbagai penyakit sehingga akan mengurangi frekuensi berobat ke dokter ataupun membeli obat-obatan

101 Vaksinasi Anak

Dalam webinar tersebut menguraikan pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para orang tua, termasuk aku. Jadwal vaksin sendiri sebenarnya sudah ada lengkap pada buku bayi yang dulu diberikan saat anak lahir. Saat ini juga tersedia berbagai aplikasi untuk memudahkan para moms membuat track record vaksinasi anak.

Kapan Melakukan Imunisasi Anak ?

Pada setiap buku anak, terdapat jadwal vaksin berdasarkan umur anak. Pada jadwalnya sudah diberi warna berupa keterangan mana yang merupakan vaksin wajib , vaksin tambahan, imunisasi kejar hingga yang tinggal di daerah endemis.

Jadwal vaksin balita dan bayi

Dengan adanya jadwal imunisasi anak, moms dapat mengetahui informasi berupa :

  1. Jarak antar dosis (interval dosis)
  2. Batas usia pemberian
  3. Rekomendasi lain yang tidak tertuang dalam tabel (misalnya, “Vaksin IPV minimal diberikan bersama DTwP atau DTaP”)

Selain bisa membaca sendiri jadwal vaksin anak, moms juga bisa bertanya aktif kepada dokter anak. Kalau pesan Dokter Attila kemarin, sebelum pergi ke dokter anak, buatlah dulu list pertanyaan di secarik kertas. Karena biasanya jika berhadapan dengan dokter, orang tua suka blank.

Arti warna jadwal vaksin pada anak

Bagaimana Jika Imunisasi Terlambat/Tidak Teratur?

Ini yang menjadi pertanyaanku, mengingat Ezio vaksinnya belum lengkap. Aku merasa sangat terbantu dengan penjelasan Dokter Attila. Hal yang dapat dilakukan bila vaksin belum lengkap sesuai umur adalah :

  1. Segera melanjutkan imunisasi yang tertunda sesuai jadwal
  2. Bila status imunisasi ragu/lupa: Dianggap belum pernah  & Vaksinasi tetap diberikan
  3. Interval vaksin tetap/tidak berubah

Dari 3 poin ini sudah jelas bahwa vaksin yang belum lengkap harus segera dikejar. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mekanisme nya? Apakah vaksin diberikan sekaligus alias dirapel ataukan diberikan perlahan dengan jarak waktu tertentu?

Jawabannya adalah semua vaksin tanpa terkecuali dapat diberikan berbarengan, namun harus dilakukan pada bagian tubuh yang berbeda. Misalnya 1 imunisasi diberikan di lengan kiri maka imunisasi selanjutnya diberkan pada lengan kanan, menggunakan alat suntik yang berlainan.

Namun jika vaksin tidak memungkinkan untuk diberikan berbarengan maka Jarak diantara 2 injeksi vaksin hidup yang dilemahkan adalah 28 hari .

Imunisasi Kejar & Imunisasi Ganda

Untuk mengejar vaksin yang tertinggal, terdapat istilah Imunisasi kejar dan imunisasi ganda.

Imunisasi kejar adalah upaya melanjutkan vaksinasi yang tertunda pada individu yang memenuhi syarat (sesuai anjuran usia pada jadwal imunisasi).

Imunisasi ganda adalah pemberian lebih dari satu jenis imunisasi dalam satu kali kunjungan yang bermanfaat untuk mempercepat perlindungan kepada anak, meningkatkan efisiensi pelayanan dan orang tua tidak perlu datang ke fasilitas kesehatan berulang kali.

Kedua vaksin ini dinilai aman. Sudah terbukti menjadi vaksin aman & efektif  serta tidak meningkatkan risiko efek samping pada anak.

Syarat Vaksin pada Anak

Selain itu, perlu juga diperhatikan kondisi anak saat akan melakukan imunisasi. Ada saat anak tidak boleh di vaksin yaitu :

  1. Anak dengan keganasan (kanker ) atau sedang menjalani kemoterapi
  2. Anak yang sedang mengkonsumsi obat-obatan immunosupresi
  3. Anak dengan riwayat alergi berat pada pemberian vaksinasi yang sama pada dosis sebelumnya

Sedangkan untuk kondisi anak sakit dengan gejala ringan tetap bisa diberikan vaksinasi walaupun sedang mengalami deman, batuk, pilek & diare. Vaksinasi tidak akan membuat penyakit anak bertambah parah.

Tips Melakukan Vaksinasi Anak Saat Pandemi

Ini menjadi pertanyaan sebagian moms, mengingat masa pandemi ini belum juga berakhir. Tak heran orang tua merasa khawatir membawa anak ke tempat fasilitas layanan kesehatan. Berikut hal-hal yang dapat diperhatikan jika ingin membawa anak melakukan vaksinasi ke fasilitas layanan kesehatan :

  1. Persiapkan kunjungan vaksinasi ke fasilitas layanan kesehatan dengan tetap menjaga protokol kesehatan
    persiapan vaksin
  2. Tetap jaga jarak dan hiegienitas selama berada di fasilitas layanan kesehatan
  3. Setelah vaksin, sesampai di rumah lakukan 3 hal ini :
    vaksin di saat pandemi.

Tips Agar Anak Nyaman Saat Imunisasi

Kenyaman anak saat pemberian vaksin ini penting. Ketika anak merasa nyaman maka saat diberi vaksin anak tidak berontak. Ini memudahkan tim dokter melakukan imunisasi.

Tips agar nyaman saat imunisasi :

  1. Membuat anak merasa nyaman dengan pelukan
  2. Membantu dokter atau perawat mencapai area tubuh yang akan disuntik
  3. Mencegah anak bergerak berlebihan

Kesimpulan

Pemberian vaksin bukan hanya untuk melindungi anak itu sendiri, tetapi juga melindungi orang-orang di sekitar anak tersebut. Pastikan vaksinasi anak lengkap hingga dosis booster yang diberikan tepat waktu agar optimal. Beban masa pandemi ini , tidak perlu ditambah lagi dengan beban wabah. Jika ingin membawa anak melakukan imunisasi, sebaiknya tetap mengikuti protokol kesehatan di fasilitas layanan masyarakat. Selama protokol kesehatan diterapkan, insyaAllah kunjungan vaksinasi ke fasilitas layanan kesehatan akan aman. Dan untuk informasi lengkap mengenai vaksin, moms bisa follow Instagram @kenapaharusvaksin yahh. Salam sehat !

webinar 101 vaksinasi anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *