Membangun Kamar Impiian Anak ADHD
Special Needs Kids

Membangun Kamar Impian untuk Anak ADHD: Tips Desain dan Pemilihan Furniture

“Bun, aku pengen tidur sendiri”

Kalimat sederhana, permintaan anakku yang kini usianya beranjak 9 tahun. Yap dia meminta kepada kami orang tuanya, untuk membuatkan kamar sendiri untuknya. Sebenarnya kedengaran mudah, namun mengingat anak kami adalah anak ADHD, itu menjadi tidak mudah. Memahami kebutuhan anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah kunci dalam merancang sebuah kamar yang sesuai untuk dia. Dan inilah pekerjaan rumahnya tentang bagaimana menciptakan ruang yang nyaman dan mendukung perkembangan anak ADHD. Dalam artikel ini, aku akan berbagi dengan tips desain yang inklusif, serta pemilihan furniture yang  cermat untuk menciptakan kamar impian bagi anak ADHD.

Komposisi Warna yang Mendukung Kamar Impian Anak ADHD

Salah satu aspek penting dalam merancang kamar untuk anak ADHD adalah komposisi warna yang mendukung suasana yang tenang namun tetap menarik perhatian. Warna-warna lembut seperti biru muda, hijau mint, atau lavender dapat memberikan efek menenangkan pada anak ADHD. Namun, penting juga untuk menyertakan aksen warna yang cerah dan menyenangkan seperti kuning atau oranye untuk memberikan stimulasi visual yang seimbang.

Komposisi Warna Anak ADHDPemilihan Furniture yang Aman dan Fungsional

Dalam memilih furniture untuk kamar anak ADHD, keamanan dan fungsionalitas harus menjadi prioritas utama. Aku harus mencari toko yang menyediakan beragam produk yang dirancang khusus untuk kebutuhan anak-anak, termasuk yang memiliki ADHD. Misalnya, untuk meja belajar, aku memilih meja dengan sudut yang dibulatkan dan permukaan yang halus untuk mengurangi risiko cedera. Selain itu, kursi yang ergonomis dengan dukungan punggung yang baik akan membantu anak tetap fokus dan nyaman saat belajar.

Pilihan Tempat Tidur Untuk Anak ADHDTata Letak yang Terstruktur dan Terorganisir

Anak ADHD cenderung membutuhkan struktur dan rutinitas dalam kegiatan sehari-hari mereka. Oleh karena itu, tata letak kamar haruslah terstruktur dan terorganisir dengan baik. Aku lantas mencari berbagai produk penyimpanan seperti lemari dengan rak yang dapat disesuaikan tinggi dan laci-laci yang mudah diakses, sehingga memudahkan anak untuk merapikan mainan dan barang-barang mereka setelah digunakan. Selain itu, label-label atau gambar-gambar yang jelas dapat membantu anak ADHD dalam memahami sistem penyimpanan dan menjaga kamar tetap rapi.

Ruang Belajar yang Didesain Khusus

Ruang belajar adalah area penting bagi anak ADHD untuk berkonsentrasi dan belajar dengan efektif. Dan akupun mencari berbagai produk yang dapat membantu menciptakan ruang belajar yang optimal, mulai dari meja dan kursi ergonomis hingga lampu meja yang menyediakan pencahayaan yang cukup dan nyaman. Selain itu, penggunaan papan tulis atau dinding kreatif yang dapat ditulis akan membantu anak dalam memvisualisasikan ide-ide dan mengatur pikiran mereka dengan lebih baik.

Desain Kamar Untuk Anak ADHD

Penggunaan Tekstur dan Pola yang Tepat

Dalam mendesain kamar anak ADHD, penggunaan tekstur dan pola juga memiliki peran penting. Hindari penggunaan pola yang terlalu ramai atau berlebihan, karena hal ini dapat membuat anak kesulitan untuk berkonsentrasi. Sebaliknya, pilihlah tekstur dan pola yang sederhana dan tidak terlalu merangsang visual. Aku lantas mencari berbagai opsi wallpaper dan karpet dengan motif yang lembut dan menenangkan, cocok untuk menciptakan suasana yang harmonis dalam kamar anak ADHD.

Kesimpulan

Dalam membangun kamar impian untuk anak ADHD, setiap detail harus dipertimbangkan dengan cermat untuk memastikan ruang tersebut mendukung perkembangan dan kesejahteraan anak. Aku memilih produk-produk berkualitas dari DEKORUMA dan menerapkan prinsip-prinsip desain yang inklusif, agar dapat menciptakan sebuah kamar yang tidak hanya estetis menyenangkan tetapi juga fungsional dan mendukung bagi anak ADHD. Semoga cerita yang telah aku bagikan dapat membantu dalam merancang kamar impian untuk anak yang istimewa ini.

Silahkan tinggalkan jejak, tapi jangan link hidup yahh :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *