Pertanyaan Survei Sekolah Anak
Special Needs Kids

Pertanyaan Survei Sekolah Anak

Tak terasa bulan Maret akan berakhir. Juli sebentar lagi akan tiba. Yang berarti tahun ajaran baru segera dimulai. Survei sekolah anak akan menjadi agenda wajib bagi para orang tua untuk mencarikan sekolah terbaik versi keluarga untuk menyekolahkan anak-anak.

Bila dulu sebelum pandemi bergulir, sekolah-sekolah selalu mengadakan open house langsung di sekolah masing-masing, sehingga kita orang tua bisa melihat langsung keadaan sekolah. Karena keadaan pandemi seperti ini, mengharuskan sekolah mengadakan open house secara virtual.

Ada juga yang melakukan tour  sekolah lalu diunggah pada channel youtube sekolah. Cara seperti ini menurut aku pribadi ada plus minusnya. Plusnya tentu kita tidak perlu mengunjungi sekolah tersebut, langsung bisa pantau melalui video. Sedangkan minusnya adalah kita tidak bisa melihat detail kondisi sekolah pada sisi yang kita inginkan.

Aku sendiri lebih prefer melakukan kunjungan langsung sekolah dengan perjanjian dan dengan protokol kesehatan.

Persiapan Survei Sekolah Orang Tua Peserta Didik

Oh ya, sebelum mulai untuk mencari sekolah anak, alangkah baiknya orang tua membuat kesepakatan bersama dulu mengenai visi misi bersekolah. Jika anaknya sudah bisa ikut serta, sebaiknya melibatkan anak juga. Karena pada prinsipnya yang akan menjalani sekolah adalah anak kita, bukan kita.

Langkah saat melakukan seleksi sekolah

Langkah-langkah yang ditempuh saat akan melakukan seleksi sekolah:

  1. Tarik garis ujung jenjang sekolah anak, lets say akan kuliah di mana? Kenapa? Karena ujung kenjang sekolah ini sangat menentukan jenis sekolah yang diambil saat buat pondasinya.
    Contoh :
    Ketika orang tua punya rencana akan kuliahkan anak ke luar negeri, berarti dalam mencari sekolah dasar harus mendukung ke arah tersebut. Dengan sistem Cambridge atau IB dan beberapa kurikulum internasional lainnya.
    atau
    Ketika orang tua punya rencana kuliah anak adalah perguruan tinggi negeri di Indonesia, berarti dalam mencari sekolah dasar sebisa mungkin yang punya kurikulum nasional.

  2. Tetapkan visi kita sebagai orang tua dalam menyekolahkan anak.
    Secara tidak langsung anak terbentuk dari visi yang dibangun orang tuanya.

    Contoh :
    Jika orang tua visinya adalah akademis anak harus oke banget, akademis adalah segala-galanya. Maka pencarian sekolah juga harus yang bervisi pada akademis.

    Jika orang tua ingin agamanya kuat maka mencari tidak bisa bersekolah di sekolah umum.

    Atau jika orang tua visinya adalah anak bahasanya harus kuat, berarti harus mencari sekolah yang bilingual atau mungkin lebih.

    Atau ada juga orang tua yang punya misi, anaknya bisa berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya. Maka jenis sekolahnya pun yang mengedepankan hal tersebut.

  3. Kenali gaya belajar anak
    Gaya belajar anak terdiri dari 3 macam gaya yaitu visual, auditory dan kinestetis. Anak dengan dengan gaya belajar visual tidak terlalu cocok jika disekolahkan di sekolah alam, karena pada sekolah alam metode pembelajarannya melalui benda yang bergerak.

  4. Tetapkan budget
    Budget di sini adalah seberapa besar kemampuan kita untuk membayar SPP anak dalam sebulan. Jika mampu di angka maximal 1 juta, berarti kita tidak perlu melakukan survei ke sekolah dengan SPP di atas itu.

    Namun jika memang dirasa kita bisa usaha lebih keras lagi, bisa ditoleran di angka berapa untuk pembayaran SPPnya.

  5. Jarak
    Bagi kebanyakan orang ini penting, mengingat semakin jauh sekolah maka semakin makan waktu. Anak bisa capek di jalan sebelum memulai pelajaran. Kecuali untuk keadaan sekarang yang sistemnya masih sekolah online ( Pembelajaran Jarak Jauh ).

  6. Dengarkan pendapat anak
    Alangkah baiknya dengarkan pendapat anak, suasana belajar seperti apa yang dia suka. Hal ini akan bermanfaat agar tidak terjadi school-phobia.

Pertanyaan saat Survei Sekolah Anak

Berbicara mengenai pertanyaan saat survei sekolah, sebenarnya tidak ada yang baku. Tujuan utama dari hal ini adalah mengetahui sejauh mana sekolah dapat mendukung visi dan harapan orang tua yang sudah ditetapkan di awal.

Saat ada kesempatan melakukan wawancara kepada pihak sekolah, kalau bisa langsung ke Kepala Sekolahnya, tanyakan hal sebanyak-banyaknya. Siapkan terlebih dulu pertanyaan yang ingin ditanyakan, untuk mencegah lupa apa yang ingin ditanyakan.

Tanyakan hal ini jika melakukan survei sekolah anak

Hal-hal yang bisa menjadi pertanyaan saat survei sekolah anak :

  1. Apa visi dan misi sekolah?
  2. Apa yang akan diajarkan guru kepada anak?
  3. Bagaimana proses belajar berlangsung?
  4. Bagaimana cara sekolah menilai seorang siswa, base on proses atau hasil akhir?
  5. Kurikulumnya bagaimana?
  6. Adakah program untuk update kemampuan tenaga pengajar?
  7. Adakah kegiatan yang melibatkan siswa dengan lingkungan sekitar?
  8. Bagaimana sekolah handle tindakan bullying?
  9. 1 Kelas ada berapa anak & berapa guru?
  10. Bahasa pengantarnya apa dan bagaimana?
  11. Bagaimana dengan regulasi uang pangkal, uang SPP, uang tahunan? Perlu digali apakah ada hidden costs?
  12. Bagaimana sistem kenaikan kelasnya?
  13. Minta ceritakan siswa yang lulus sekolah ini, melanjutkan sekolah di mana?
  14. Bagaimana sekolah men-delivery mengenai agama kepada anak?
  15. Cari tau testimoni dari orang tua murid yang sudah bersekolah di sana.
  16. Bagaimana toiletnya, apakah terpisah antara laki-laki dan perempuan?
  17. Bagaimana membangun komunikasi dengan guru dan kepala sekolah? Apakah mudah atau agak jelimet?
  18. Bagaimana sekolah melibatkan orang tua dalam pengembangan anak?

Fiuhh.. ternyata setelah dikumpulkan jadi lumayan banyak yah :). Tidak heran harus dicatat yah, karena kalau harus mengingatnya, bisa-bisa sesampai di sekolah ada yang lupa.

Ini adalah pertanyaan-pertanyaan umum yang menurut aku perlu banget ditanyakan ketika melakukan survei sekolah anak. Mengapa sebanyak ini? Sebab anak akan bersekolah di tingkat SD ini 6 tahun lamanya.

Jika pilih SDnya asal-asalan, yang jadi taruhan adalah masa depan anak kita. Tentunya kita juga tidak ingin untuk pindah-pindah sekolah yah, selain lebih ribet, dana yang harus keluar juga lebih besar.

Survei Sekolah Anak ABK

Untuk teman-teman yang baru membaca tulisanku. Aku adalah seorang ibu dari anak berkebutuhan khusus (ABK) tipe ADHD. Selain hal yang aku sebutkan di atas, aku masih harus menggali lebih jauh mengenai hal-hal yang berhubungan dengan anak ABK.

Sebelumnya aku memang sudah memilih beberapa sekolah inklusi yang menjadi incaran untuk aku survei langsung. Sekolah inklusi merupakan sekolah umum yang menerima anak ABK dengan menyediakan fasilitas-fasilitas pendukung.

Survei Sekolah Dasar Anak ABK

Mencari sekolah dasar untuk anak ABK bukan pekerjaan yang mudah. Ada saja hal-hal yang membuat aku sebagai orang tua tidak sreg.

Beberapa kendala yang pernah aku alami dalam survei sekolah dasar untuk anak ABK ini adalah:

  1. Menemukan sekolah yang lokasinya sesuai, biaya sesuai, menerima ABK namun tidak berpengalaman dalam menghadapi anak ABK
  2. Menemukan sekolah yang biaya sesuai, berpengalaman menghadapi ABK, lokasi pun oke, namun kurikulumnya tidak sesuai
  3. Menemukan sekolah yang kurikulumnya sesuai, berpengalaman menghadapi ABK, lokasi oke namun biayanya setinggi langit

Pertanyaan saat Survei Sekolah Anak ABK

Perhatikan hal ini saat survei sekolah anak ABK

Penanganan anak ABK tidak mudah, oleh karena itu tidak banyak sekolah yang mau menerima dan mendidik anak ABK. Di Bekasi ini sendiri, tempat aku tinggal, sekolah dasar yang menerima ABK dapat dihitung jari.

Sebagai orang tua dari anak berkebutuhan khusus, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mencari sekolah untuk anak ABK :

  1. Cari tau mengenai anak ABK yang pernah ditangani, apakah sampai lulus dan melanjutkan pendidikan atau bersekolah hanya sebentar saja?
    Hal ini dapat menjadi tolak ukur untuk kita para orang tua ABK, bahwa sekolah ini memang serius menangai anak ABK dan bisa berhasil sampai lulus hingga melanjutkan pendidikan.

  2. Apakah sekolah menyediakan kurikulum khusus untuk anak ABK?
    Kurikulum khusus anak ABK ini biasa dikenal dengan istilah IEP (Individualized Education Program). IEP adalah kurikulum yang disesuaikan dengan kapasitas anak, tidak disamakan dengan kurikulum kelas sepenuhnya.

  3. Bagaimana pengetahuan guru serta SDM di sekolah dalam menghadapi anak ABK?
    Ini penting untuk digali lebih dalam karena anak kita selama berjam-jam akan berada di sekolah. Bertanyakah apakah tenaga pengajar sudah punya bekal pengetahuan dalam menghadapi anak ABK. Apakah sekolah melakukan training berkala pada tenaga pengajar untuk anak ABK ini?

  4. Bagaimana keamanan lingkungan sekolah?
    Anak ABK terkadang berbuat diluar kesadaran mereka, perhatikan kemanan lingkungan sekolah apakah memadai?

  5. Bagaimana dukungan fasilitas sekolah untuk mengembangkan anak sesuai dengan minat dan bakatnya?
    Anak ABK jika dipaksa untuk belajar regular layaknya anak biasa sudah pasti kewalahan. Namun jika dibimbing sesuai dengan minat dan bakatnya, anak ABK bisa berkembang. Nah bagaimana sekolah mengakomodir ini, orang tua wajib cari tahu.

Kesimpulan

Mencari sekolah untuk anak ABK pada prinsipnya adalah cari sekolah yang mau dan mampu menerima serta menangani anak ABK. Bukan hanya cari yang mau saja. Karena anak kita adalah bukan hal untuk coba-coba.

Untuk mengetahui hal tersebut dapat dibuktikan dengan SDM, kurikulum dan fasilitas yang terdapat pada sekolah tersebut dalam menangani anak spesial. Semangat survei sekolah anak ya bund !!

18 Komentar
  • Rizka Edmanda

    Melakukan survei sekolah di masa pandemi pasti jadi tantangan tersendiri untuk para orang tua ya apalagi untuk ABK

  • Nur Asiyah

    Sekolah untuk ABK memang harus memiliki hal-hal yang lebih ketimbang sekolah umum baik segi fasilitas maupun pendidik ya.

  • Ghina

    lengkap banget ini tulisannya, detail nih. Jadi referensi aku juga yang anaknya udah mau 5 tahun bentar lagi. Beberapa pertimbangan di atas emang perlu banget dipertanyakan, tapi emang lebih enaknya kalau ketemu langsung ya mbak..

    • Alfizza

      Mom nita, makasih ya atas sharingnya dlm memilih sekolah anak. Azura mungkinnthn depan udah mulai masuk sekolah jadi aku persiapan cari info dl

  • Vinaferd

    Pencerahan sekali baca tulisannya, makasih ya.. sebentar lagi anak aq masuk usia mulai sekolah nih bener2 perlu banyak masukan dan pertimbangan dengan kondisi seperti sekarang, semoga pandemi cepat berlalu agar anak2 bisa bersekolah dengan normal..

  • Aya Choiriyah

    Thanks for sharing Kak, infonya lengkap dan detail banget. Pas banget buat aku yang lagi yang bentar lagi nyekolahin anak.. hehe

  • Waritsa

    Wah, ini penting banget untuk persiapan sekolah anak. Walaupun masih dua tahun mendatang tapi perlu ditilik

  • Eka duwi handayani

    wah kebetulan aku lagi perlu banget sharing seperti ini … karna tahun ini sinkembar juga mau masuk sekolah …. terimakasih buat infonya ya

  • Firda

    Thank you for sharing kak, tulisannya membantu banget. Bisa nih aku save buat persiapan ntar kalo udah punya anak usai sekolah bisa baca-baca ini lagi

    • Nita Juwithafina

      Sama-sama mbak … semoga tulisan saya bisa membantu ya mba, semoga nanti bisa menemukan sekolah yang tepat saat usia anaknya sudah mencapai usia sekolah πŸ™‚

  • Diah Alsa

    survey sekolah tuk anak emaang penting, sama pentingnya dengan mendengarkan pendapat anak mengenai sekolahnya, kan yang bakalan sekolah anak, dialah yang akan menjalani hari-hari.
    saya juga dari TK pun anakku udah saya libatkan tuk memilih sekolahnya, biar dia merasa pendapatnya dihargai juga kan ya πŸ™‚
    sekarang juga lagi menanti survey masuk SD ini.

    • Nita Juwithafina

      Iyah anak akan merasa dihargai ya mba kalau misalnya dilibatkan dalam memilih sekolah. Selain itu bisa diajak juga keliling – keliling sekolah anak sudah senang luar biasa. Aku sebagai orang tua juga bisa melihat interesting dia di sekolah itu. Semoga menemukan sekolah yang tepat yaa kak..

  • Antung apriana

    Memang penting banget ya survey sekolah buat anak kita. Kalau Misalnya keuangan mencukupi pastinya pengen menyekolahkan anak kita di sekolah terbaik. Cuma kadang yang jadi masalah kalau mau menyekolahkan anak ke sekolah negeri sekarang ada peraturan soal jaraknya. Agak bingung deh jadinya

  • lendyagasshi

    Intinya memang ketika menitipkan anak bersekolah, kudu yang sevisi dan semisi dengan value di rumah. Agar tujuan yang diiinginkan saat menyekolahkan anak tercapai.
    Aku juga pas menyekolahkan anak-anak survey dari setahun sebelum sekolah.

  • Shyntako

    Mba, mengenai soal sekolah untuk ABK, aku punya nih pengalaman di SD Negeri di sekolah anakku, karena sekarang kan pemerintah mewajibkan memberikan porsi untuk anak ABK di semua sekolah terutama sekolah negeri. Tapi, menurutku pada kenyataannya di sekolah negeri sepertinya tidak diimbangi dengan tenaga pengajar yang paham penanganan anak ABK dan kurikulum umum menurutku juga tidak mengakomodir anak ABK.

    Jadi pengalaman dulu anak ABK di kelas anakku, kasian mba sering jadi bulan-bulanan karena sering ngompol atau BAB di kelas. Dan kesulitan juga interaksi sama anak-anak lainnya. Plus secara akademis juga tertinggal jauh. Jadi memang perlu mempertimbangkan sekali kayanya kalo mau masukin ke sekolah negeri. Cuma casenya di sekolah anakku, keluarga si anak ABK tersebut memang kurang mampu untuk menyekolahkan ke sekolah khusus mba.

    Semoga sih pemerintah bisa menyempurnakan kebijakannya ya untuk akomodir anak ABK.

  • Zikri Fadhilah

    Syukurlah sekolah buka lagi. Iya mba, untuk mencari sekolah untuk ABK memang terkesan tricky. Begitupun beberapa guru akan ada yang bersedia untuk menjadi “pengawas” untuk anak ABK yang bisa ditanyai bagaimana sang anak di sekolah. Tetap semangat ya mba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *