Ke Dokter Gigi Anak Berkebutuhan khusus
Tumbuh Kembang

Pengalaman Ke Dokter Gigi Anak Berkebutuhan Khusus

Sakit gigi adalah hal yang tak terelakkan yang terjadi pada anak, termasuk Ezio anak aku. Pengalaman ke dokter gigi dengan membawa anak tidak mudah, apalagi untuk anak berkebutuhan khusus. Disini aku akan menceritakan bagaimana pengalaman ke dokter gigi anak berkebutuhan khusus, anakku, Ezio.

Gigi Berlubang Ezio

Gigi berlubang ini berasal dari susahnya Ezio diajak sikat gigi malam karena peralihan, dulu di sikat menggunakan sikat gigi bayi silicon dan Ezio sudah merasa nyaman dengan itu dan sulit beralih. Jadilah karena sikat gigi tidak optimal menyebabkan lubang pada gigi geraham sebelah kanan bawah di belakang. Ezio mulai mengeluh sakit giginya, ketika ku lihat menggunakan senter memang berlubang. Dan kondisi ini jauh sebelum pandemi. Sehingga aku pun memutuskan untuk membawa Ezio ke dokter gigi langganan aku, namun memang dokter gigi ini adalah dokter gigi umum dewasa. Ketika aku menceritakan keadaan Ezio, dokter gigi tersebut memang jujur mengatakan bahwa dia tidak pernah menangani anak berkebutuhan khusus, namun beliau tidak menolak, beliau mengatakan “silahkan dibawa, nanti dicoba ya, semoga anaknya bisa tenang, kalau tenang saya bisa”.

Penampakan Gigi Bolong Ezio
Penampakan Gigi Ezio

Pengalaman ke Dokter Gigi Dewasa

Aku membawa Ezio ke dokter langganan aku. Dan ini kali pertamanya Ezio ke dokter gigi untuk dikutak kutik giginya. Atas permintaan Ezio, aku memangku Ezio dan dokternya menyatakan tidak apa-apa, untuk membantu menenangkan. Benar saja yang terjadi Ezio mengamuk. Semua benda yang masuk ke mulutnya terasa asing baginya. Alhasil semua tenaga dari beberapa orang yang ada disana dikerahkan untuk memegang Ezio. Dengan segala jerih payah, alhamdulillah gigi Ezio berhasil ditambal. Namun, prosesnya tidak sempurna karena dokter gigi tersebut tidak berani untuk menggunakan bor. Kondisi Ezio tidak memungkinkan untuk penggunaan bor. Sehingga proses pembersihan gigi Ezio dilakukan manual. Dokter gigi ini terus terang mengatakan ada kemungkinan tambalan ini walau sifatnya permanen, namun untuk Ezio kali ini bisa saja tidak permanen karena ketidaksempurnaan proses. Tapi ini tidak menyebabkan infeksi, karena lubangnya sudah terutup dalam keadaan lubangnya sudah bersih. Setelah ke dokter gigi ini, Ezio jadi lebih mau sikat gigi menggunakan sikat biasa di malam hari. Namun benar saja tidak sampai 2 bulan, gigi Ezio kembali bermasalah di tempat yang sama. Penanganan sakit gigi untuk anak berkebutuhan khusus memang tidak bisa sembarang. Aku memutuskan untuk membawa Ezio ke dokter gigi anak saja, dan kebetulan dekat rumah ada klinik gigi anak, aku bergegas ke sana.

Pengalaman ke Dokter Gigi Dewasa
Pengalaman ke Dokter Gigi Dewasa

Pengalaman ke Dokter Gigi Anak Ke-1

Klinik dekat rumah kami adalah Klinik Medikids, terletak di deretan Ruko Summarecon. Ketika registrasi, dan diminta untuk menyebutkan hendak ke dokter mana, aku langsung meminta dokter gigi anak. Karena aku tidak begitu paham mana yang rekomen jadilah ketika itu ditangani dengan dokter anak yang bertugas di hari itu. Di awal periksa aku kembali memberitahukan keadaan ADHD Ezio. Pihak klinik juga menegaskan penanganan sakit gigi untuk anak berkebutuhan khusus berbeda dengan orang dewasa maupun anak normal. Berbeda dengan dokter gigi dewasa, tempat periksa gigi anak ini serba mungil mulai dari kursi periksa, hingga kursi tunggu dan juga dihiasi dengan berbagai ornamen anak. Ada juga televisi di samping kursi periksa yang siarannya bisa diminta oleh anak.

Pengalaman ke Klinik Gigi Anak
Pengalaman ke Klinik Gigi Anak

Dan ketika itu aku, selaku orang tuanya dipersilahkan untuk keluar agar Ezio tidak drama. Dan aku turuti, aku menunggu diluar sementara Ezio ditangani oleh 1 dokter dan 1 suster. Terdengar masi ada amukan Ezio, namun ada saatnya juga tenang. Setelah beberapa waktu akhirnya aku dipanggil. Saat itu dokter menjelaskan bahwa lubang di gigi Ezio lumayan besar sehingga ditakutkan akan berefek pada saraf gigi Ezio. Lalu dijelaskan juga bawa tambalan yang dilakukan di gigi Ezio belum penuh, karena Ezio mengamuk tadi. Cuma memang sudah tidak sakit lagi, karena lubangnya sudah tertutup. Pemeriksaan hari itu diakhiri dan disarankan untuk kembali lagi jika dalam waktu 2 minggu Ezio ada keluhan.

Tambalan terlepas

Dalam 2 minggu selanjutnya Ezio memang tidak ada keluhan. Baru ada keluhan 1 bulan berikutnya. Ezio mengeluhkan giginya kembali sakit. Dan tepat dikeluhkan ini masa pandemi bergulir, sehingga tidak ada klinik gigi yang berani melakukan bur gigi bahkan tidak sedikit juga yang tutup. Untuk mengatasi rasa sakit di gigi Ezio, aku menggunakan Paracetamol dan kumur air garam serta menghindari makanan yang lengket di gigi.

Bekal Sakit Gigi di Masa Pandemi
Bekal Sakit Gigi di Masa Pandemi

Pengalaman ke Dokter Gigi Anak ke-2

Memasuki bulan Mei-Juni 2020, dengan adanya penerapan New Normal, klinik gigi kembali buka. Aku kembali konsultasi masalah Ezio dengan dokter di Klinik Medikids Bekasi yang alhamdulillah aku kenal dengan salah satu dokter gigi di sana, drg Laila namanya. Aku menceritakan riwayat Ezio ke dokter gigi sebelumnya. Beliau juga mengetahui kondisi ADHD Ezio. Drg Laila menawarkan 2 opsi dokter gigi spesialis anak. Lalu aku coba menceritakan tipe seperti apa yang biasa didengarkan Ezio tanpa banyak drama. Setelah menceritakan hal tersebut, Drg. Laila menyarankan untuk periksa ke drg. Nikita, Sp.KGA . Bulan Juni aku membawa kembali Ezio ke Klinik Medikids Bekasi ditangani dengan drg. Nikita, Sp.KGA.

Tips Memilih Dokter Gigi Anak
Tips Memilih Dokter Gigi Anak

Penanganan sakit gigi untuk anak berkebutuhan khusus di tangan drg. Nikita, Sp.KGA, bisa dibilang Ezio kooperatif sekali. Aku sebagai orang tuanya pun tetap berada di dalam ruang periksa menyaksikan bagaimana drg. Nikita, Sp.KGA menghadapi Ezio. Menghadapi Ezio memang tidak bisa dengan sikap yang terlalu lembut atau pun terlalu keras. Terlalu lembut kita dijajah, terlalu keras menyebabkan jiwa Ezio terluka. Sehingga yang diperlukan untuk menghadapi Ezio ialah pribadi yang tegas & lembut. Dan drg. Nikita, Sp.KGA melakoninya dengan apik. Memang masi ada amuk-amuk kecil dari Ezio namun drg. Nikita, Sp.KGA mampu mengatasinya. Terlihat misi dia untuk menuntaskan persoalan gigi Ezio harus sampai tuntas. Dan itu berhasil. Jadi karena sudah terlalu lama gigi Ezio dalam keadaan bolong, maka syaraf giginya sudah mati, istilah kedokterannya adalah pulpitis. Sehingga harus dilakukan perawatan akar gigi. Dan perawatan ini tidak bisa dilakukan dalam 1 waktu, untuk Ezio dilakukan 2 kali. Dan semua itu dilakukan dengan tuntas oleh drg. Nikita, Sp.KGA. Setelah 2 kali Ezio di treatment perawatan akar gigi, gigi Ezio belum sakit lagi hingga kini. Aku bersyukur sekali dipertemukan drg. Nikita, Sp.KGA ini melalui drg. Laila.

Tips memilih dokter gigi untuk anak berkebutuhan khusus :

  1. Sebaiknya pahami kondisi anak dan cara menghadapi anak sehari-hari
  2. Ceritakan dengan jujur kondisi anak seperti apa ke pihak klinik
  3. Ceritakan juga kebiasaan menghadapai anak sehari-hari termasuk sifat-sifatnya. Ini sangat berguna bagi klinik dalam menentukan dokter gigi yang tepat untuk menangani anak karena tiap dokter juga mempunyai karakteristik tertentu
  4. Ceritakan juga ke anak mengenai kondisi klinik gigi, dengan siapa anak akan dirawat termasuk jika ada fasilitas yang ada di klinik juga bisa diceritakan. Ini dapat membantu agar anak tidak kaget dan ada kalanya menumbukan motivasi tersendiri bagi anak
  5. Pilihlah dokter gigi yang biasa menangani anak berkebutuhan khusus, biasa ini adalah dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak. Karena pendekatannya berbeda dengan dokter gigi umum biasa

Nah demikian pengalaman aku dalam menghadap sakit gigi yang dialami Ezio. Terdapat trial error didalamnya hingga mendapatkan hasil yang seperti sekarang. Semoga cerita pengalaman ke dokter gigi dengan anak berkebutuhan khusus bisa memberikan referensi kepada teman-teman semua. Salam!

30 Komentar

Bebas Berkomentar Namun Sopan ^-^



  • NurS

    Semangat terus mom.
    Semoga gigi Ezio tidak sakit lagi. Rasanya lihat anak sakit gigi itu serasa kita orang tua ikut sakit gigi juga, tapi Ezio keren berani.

    • Mirza

      Keren banget tulisannya mom, jadi makin terbuka soal Menangani anak berkebutuhan khusus, ilmu baru buatku, berguna banget buat moms yg punya anak berkebutuhan khusus, semangat terus ya mom ❤

      • Fenni Bungsu

        Semoga nggak keluhan di gigi lagi ya dede Ezio. Kalau ditangani oleh dokter yang tepat dan mengerti kondisi si anak, jadi menenangkan juga menjalani pengobatan ya

  • Sapti nurul hidayati

    Saya juga baru tahu kalau dokter gigi untuk anak dan dewasa itu berbeda. Ada spesialisasi tersendiri. Memang sebaiknya kl untuk anak diperiksanya ke spesialis gigi anak juga ya. Jadi lebih maksimal perawatannya

  • Susindra

    Adakalanya klinik memandang sepele informasi pribadi semacam ini. Menurut saya, harus cari rekomendasi dulu. Daripada sudah cerita cuma dianggap ocehan tanpa makna.
    ADuh saya kok curhat.
    Tapi saya setuju, jujur pada kondisi yang ada itu lebih tepat.

  • Melina Sekarsari

    Hai, Enzio. Anak pintaaar … Sekarang giginya udah nggak berlubang lagi ya, Nak. Yuuuk, semakin rajin solar giginya, ya. Kalau besok-besok ke dokter gigi, cukup untuk periksa kesehatan gigi ajaaa.

    Gigi berlubang itu kan bikin sakiiit. Jangan sampai Enzio ngerasain itu ya, Nak.

  • Cicajoli

    Pengalaman baru baca ini Mba, semangat terus ya.
    saya pernah ke dokter gigi Anak ajak ponaan tempel gigi yang berlubang, itu aja dia teriaknya minta ampun. Denger semua pengunjung RS

    semoga Gigi Ezio sehat kembali 🙂

  • Karyati Niken

    DuoK juga mulai gigi berlubang nih. Terakhir minggu lalu kakak Kal selalu ngeluh sakit gigi karena gusi bengkak dan berdarah. Antisipasinya oles minyak sw dunk. Wkwkwk. Aman sampai hari ini belum ada keluhan lagi. Btw Zio keren sudah berani ke dokter gigi. Emang dokter gigi zaman sekarang tuh nggak semenyeramkan zaman kita dulu sih ya. wkwkw

  • Yuni BS

    Benar-benar harus selektif untuk memilih dokter gigi anak bagi anak yang berkebutuhan khusus ya Mbak? tetap semangat ya Mbak. Dik Ezio pasti akan tumbuh menjadi anak yang hebat dan pinter.

    • Dian

      Wah benar ya mbak, buat anak ABK memang harus ada perlakukan khusus ya termasuk saat ke dokter gigi..
      Makanya hrs komunikasi dgn dokter ya tentang kondisi anak.
      Semoga giginya Ezio selalu sehat

  • Susie Ncuss

    Setuju banget mbak kalau kita harus jujur dan menceritakan kondisi anak saat ke dokter, termasuk dokter gigi.
    Apalagi kalau anak memiliki kondisi khusus.
    Semoga cepet sembuh ya Enzo dan nggak bolong lagi giginya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *